by

KONFERCAB PMII Di Kota Serang Cacat Hukum

Serang, 12 April 2021–Konferensi Cabang ( Konfercab ) PMII Kota Serang yang ke-XXII bertempat di Aula Masjid al-Bantani KP3B yang di ikuti oleh empat komisariat suara penuh dan 2 komisariat sebagai peninjau.

Konfercab merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkatan cabang PMII yang memiliki wewenang Menyusun program kerja cabang dalam rangka pelaksanaan program kerja umum dan kebijakan PMII, Menilai Laporan Pertannggung jawaban pengurus PC dan PC KOPRI, memilih Ketua umum dan formatur, memilih dan menetapkan Ketua KOPRI PC PMII dan formatur yang tertuang di dalam AD/ART PMII pasal 32.

Konfercab PMII Kota Serang di mulai dari hari Sabtu, 10/04/21 berlangsung deadlock sejak awal, puncaknya pada pagi tadi hari Senin, 12/04/ 21 kurang lebih pukul 04.30 WIB kericuhan tak teleraikan dengan walk outnya 2 Komisariat Untirta dan Unsera dengan alasan sidang tidak dapat dilanjutkan karena kami sebagai 2 Komisariat yang punya hak suara penuh tidak diindahkan oleh pimpinan sidang yang diambil alih oleh panitia SC.

“Setiap keputusan sidang pun tidak pernah rasional. Bahkan yang tadinya presidium sidang tetap sudah mengetok palu untuk ambil alih palu sidang ke BPK namun diambil alih persidang oleh SC dengan alasan yang tidak rasional dan melanggar tatib itu sendiri.” Kata Ridwan Ketua Rayon PMII FISIP Untirta
.
“Ketika kita minta BPK untuk mengulang verifikasi didepan peserta sidang banyak persyaratan dari dua calon yang kurang dalam syarat administrasi dan bahkan salah dalam pemberian makna tulisan. Hal ini dikatakan bahwa BPK sudah gugur tugas sebagai panitia kata SC, namun pertanggung jawaban verifikasi jelas ada di BPK. Unsur ini yang akhirnya merenggut posisi konfercab.” Tambahnya.

Lanjut Ridwan “Setiap keputusan berakhir di suara SC, kita sebagai peserta sidang tidak diindahkan setiap melakukan intrupsi dalam persidangan. bahkan lebih parahnya SC sebagai panitia dan demisioner ketua cabang memperbolehkan persidangan dilanjutkan hanya dengan dua pimpinan sidang. Tentu dalam tatib pun itu sudah melanggar prosedur, karena presidium sidang atau pimpinan sidang harus ganjil tidak boleh genap, sebab itu kita semua mengganggap forum ini sudah tidak sehat dan cacat secara prosedural hukum AD/ART dan PO dan kita walkout untuk persidangan ditunda dengan waktu yang tidak ditentukan.”

Adam Hujaj ketua Komisariat PMII Unsera mengatakan bahwa persidangan konferensi cabang tahun ini sudah jelas cacat hukum. Dimana banyaknya pelanggaran pelanggaran kesepakatan yang dilakukan peserta sidang dan pihak luar, yang mengakibatkan terjadinya chaos dalam persidangan.

Ia menambahkan “bahkan setiap kita melakukan interupsi dengan alasan dasar hukum yang jelas, kita selalu ditolak dengan alasan tidak rasional. Bahkan jelas, ada tekanan mental yang dilakukan peserta sidang terhadap pimpinan sidang tetap agar intrupsinya dapat diterima sedangkan kita dengan membawa dasar hukum pun selalu di mentahkan. Dikarenakan selalu saja pimpinan sidang mengembalikan kepada forum persidangan. Padahal sudah sangat jelas bahwasanya pimpinan sidang mampu untuk memutuskan kesepakatan”.

“Tatib yang sudah disepakati dan disahkan forum di anggap tidak berlaku untuk dilaksanakan, dan berlaku 1 tahun kedepan kata pihak SC dan BPK. Sedangkan sudah jelasa dalam konsideran bahwa draft tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan.” Lanjut Adam

“Kemudian dalam persyaratan administrasi pun jelas visi misi berbentuk makalah bukan secarik lembar kertas, namun satu paslon kopri hanya melampirkan satu kertas visi misi. Dalam artian verifikasi berkas disepakati secara otoriter oleh BPK tanpa mengindahkan pengaduan dari peserta sidang dan juga salahsatu Paslon pun merangkap jabatan strategis dalam salahsatu organisasi diluar organisasi PMII.’ Tutup Adam.

Dua Komisariat yang memiliki suara penuh walk out dikarenakan konfercab yang ke XXII mengalami banyak cacat hukum. Mulai dari pemberkasan calon yang kurang lengkap, konsideran dilanggar, dan interpensi dari pihak luar persidangan. Dan menyatakan sikap kepada panitia bahwa dua kampus tersebut menolak hasil konfercab yang diputuskan sepihak.

gagasankita.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed